do'a ku
setidak nya selama ini selalu berusaha tapi terabaikan, selalu berjuang tapi tak di hiraukan selalu ada tapi tak di hargai
I Love ISLAM
Kamis, 22 Mei 2014
Kamis, 15 Mei 2014
keistimewaan ISLAM
ISLAM ITU ISTIMEWA
Senin, 11 Februari 2013
KEISTIMEWAAN ISLAM
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya. (QS Al ‘Alaq [96]:1-5)
Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan tidak membawa apa, ia lahir dalam keadaan yang sangat lemah, yang sangat sulit beginya untuk bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia yang terlahir dengan keadaan kosong, yang dimaksud kosong disini bahwa ia tidaklah dibekali pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran, itulah sebabnya, seiring bertambah dewasanya manusia tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang mendesak baginya untuk dijawab bertambah banyak dan semakin kompleks.
Pada saat itu, manusia cenderung bimbang untuk menentukan langkahnya, bimbang dalam menjalani langkahnya dan terlebih dari semua itu, ia bimbang mengapa ia melangkah. Pada saat-saat seperti ini, mau tidak mau, atau sadar tidak sadar, manusia mulai mencari sesuatu untuk dijadikan arah dan pegangan hidupnya. Ada yang menyebut pegangan hidup itu adalah prinsip, ada yang menyebutnya ideologi, dan ada juga yang menyebutnya agama. Yang terakhir ini selalu kita dengar dan paling banyak dalam dijadikan arah dan pegangan hidup, dan inilah yang akan kita bahas.
Wahai kaum muslimin (dan siapa saja yang membaca tulisan ini), pernahkah anda bertanya, kenapa harus Islam yang kita pilih? Apakah iman kita terhadap Islam benar-benar dari pikiran dan hati kita? Ataukah hanya karena keturunan saja? Apakah kita ikhlas kepada Islam? Apakah akidah kita adalah Akidah Islamiyah?? Apakah iman kita selama ini hanya setengah-setengah? Lebih lanjut lagi, kenapa kita tidak memilih agama lain yang tampaknya lebih baik dari Islam? Lebih mudah pelaksanaanya? lebih gampang masuk surganya? Tentu saja semua itu harus kita jawab, supaya tidak ada lagi keraguan kepada iman kita, karena iman itu harus bersifat tashdiqul jazm (pembenaran yang pasti) atau iman itu harus 100% tidak boleh kurang 0,0000000000000000000001% pun!
Pertama, Islam adalah diin (agama) yang paling sempurna, yaitu penyempurna dari semua agama-agama yang pernah diturunkan Allah SWT kepada ummat-Nya, ini ditegaskan dalam firman-Nya :
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. (QS Al Ma’idah [5]:3)
Kedua, hanya Islam-lah agama sekaligus suatu sistem yang lengkap, yang tidak hanya mengatur soal ibadah (ruhiyah) saja, tetapi juga mengatur tentang politik (siyasah), politik menurut islam adalah mengurusi urusan ummat, yang meliputi pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hukum, pergaulan dan lain-lainya. Hanya Islam yang mempunyai peratuan yang begitu terinci! Yang imbasnya adalah tegaknya Daulah Islamiyah selama kurang lebih 1300 tahun, dimulai sejak tahun 624, yaitu tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah sampai runtuhnya yaitu tahun 1924 di Turki karena persekongkolan musuh musuh Islam. Ideologi mana yang mampu mempertahankan idenya selama itu? Kalau bukan dari Allah?
Ketiga, hanya Islamlah yang memiliki kitab yang terjamin yaitu Al Qur’an, yang selalu disertai dengan bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab yang sudah di re-re-re-re-visi ( revisinya banyak! Diragukan keaslianya! ) Untuk menjamin keslianya ini Allah menantang dengan orang yang meragukannya dengan firman-Nya :
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang kami turunkan (Al Qur’an) kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkanlah suatu surat (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain dari allah, jika kamu memang orang-orang yang benar. (QS Al Baqarah [2]:23)
Keempat, Apakah ada yang lebih masuk akal selain Islam? Dalam proses pengimanannya, Islam selalu menyertakan pemikiran, bukan doktrin (contoh doktrin: trinitas) karena pemikiran itu sendiri adalah karunia Allah yang paling besar, yang membuat manusia menjadi makhlik paling mulia di muka bumi ini. Pentingnya akal ini difirmankan Allah :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(QS Ali Imran [3]: 190)
Dan masih banyak yang lain selain ayat-ayat tersebut, jadi buat apa kita mencari sesuatu yang lebih tak sempurna dari Islam? Apalagi jika kita belum mengetahui apa itu Islam. Lantas kita tergoda dengan ajaran lain yang
mengatakan surga itu “mudah” didapatkan. Allah telah memperingatkan :
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum dating kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan, dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(QS Al Baqarah [2]:214)
Barangsiapa yang mencari agama selain daripada agama Islam, maka sekali kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan diakhirat dia termasuk orang-orang yang rugi (QS Ali Imran [3]: 85)
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiranya, maka tidaklah akan diterima dari sesorang mereka emas sepenuh bumi walaupun untuk menebus dirinya, Bagi mereka Azab yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS Ali Imran [3]: 91)
Na’udzubillah!, semoga kita dikaruniai kelembutan hati oleh Allah SWT agar kita tidak dibutakan sebagaimana orang-orang kafir, dan jika apabila ada
dari kita yang berkeinginan berpaling karena kita tak mengenal Islam, memintalah kepada Allah agar kita masih dapat kembali dan bertaubat kepada-Nya
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya. (QS Al ‘Alaq [96]:1-5)
Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan tidak membawa apa, ia lahir dalam keadaan yang sangat lemah, yang sangat sulit beginya untuk bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia yang terlahir dengan keadaan kosong, yang dimaksud kosong disini bahwa ia tidaklah dibekali pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran, itulah sebabnya, seiring bertambah dewasanya manusia tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang mendesak baginya untuk dijawab bertambah banyak dan semakin kompleks.
Pada saat itu, manusia cenderung bimbang untuk menentukan langkahnya, bimbang dalam menjalani langkahnya dan terlebih dari semua itu, ia bimbang mengapa ia melangkah. Pada saat-saat seperti ini, mau tidak mau, atau sadar tidak sadar, manusia mulai mencari sesuatu untuk dijadikan arah dan pegangan hidupnya. Ada yang menyebut pegangan hidup itu adalah prinsip, ada yang menyebutnya ideologi, dan ada juga yang menyebutnya agama. Yang terakhir ini selalu kita dengar dan paling banyak dalam dijadikan arah dan pegangan hidup, dan inilah yang akan kita bahas.
Wahai kaum muslimin (dan siapa saja yang membaca tulisan ini), pernahkah anda bertanya, kenapa harus Islam yang kita pilih? Apakah iman kita terhadap Islam benar-benar dari pikiran dan hati kita? Ataukah hanya karena keturunan saja? Apakah kita ikhlas kepada Islam? Apakah akidah kita adalah Akidah Islamiyah?? Apakah iman kita selama ini hanya setengah-setengah? Lebih lanjut lagi, kenapa kita tidak memilih agama lain yang tampaknya lebih baik dari Islam? Lebih mudah pelaksanaanya? lebih gampang masuk surganya? Tentu saja semua itu harus kita jawab, supaya tidak ada lagi keraguan kepada iman kita, karena iman itu harus bersifat tashdiqul jazm (pembenaran yang pasti) atau iman itu harus 100% tidak boleh kurang 0,0000000000000000000001% pun!
Pertama, Islam adalah diin (agama) yang paling sempurna, yaitu penyempurna dari semua agama-agama yang pernah diturunkan Allah SWT kepada ummat-Nya, ini ditegaskan dalam firman-Nya :
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. (QS Al Ma’idah [5]:3)
Kedua, hanya Islam-lah agama sekaligus suatu sistem yang lengkap, yang tidak hanya mengatur soal ibadah (ruhiyah) saja, tetapi juga mengatur tentang politik (siyasah), politik menurut islam adalah mengurusi urusan ummat, yang meliputi pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hukum, pergaulan dan lain-lainya. Hanya Islam yang mempunyai peratuan yang begitu terinci! Yang imbasnya adalah tegaknya Daulah Islamiyah selama kurang lebih 1300 tahun, dimulai sejak tahun 624, yaitu tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah sampai runtuhnya yaitu tahun 1924 di Turki karena persekongkolan musuh musuh Islam. Ideologi mana yang mampu mempertahankan idenya selama itu? Kalau bukan dari Allah?
Ketiga, hanya Islamlah yang memiliki kitab yang terjamin yaitu Al Qur’an, yang selalu disertai dengan bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab yang sudah di re-re-re-re-visi ( revisinya banyak! Diragukan keaslianya! ) Untuk menjamin keslianya ini Allah menantang dengan orang yang meragukannya dengan firman-Nya :
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang kami turunkan (Al Qur’an) kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkanlah suatu surat (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain dari allah, jika kamu memang orang-orang yang benar. (QS Al Baqarah [2]:23)
Keempat, Apakah ada yang lebih masuk akal selain Islam? Dalam proses pengimanannya, Islam selalu menyertakan pemikiran, bukan doktrin (contoh doktrin: trinitas) karena pemikiran itu sendiri adalah karunia Allah yang paling besar, yang membuat manusia menjadi makhlik paling mulia di muka bumi ini. Pentingnya akal ini difirmankan Allah :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(QS Ali Imran [3]: 190)
Dan masih banyak yang lain selain ayat-ayat tersebut, jadi buat apa kita mencari sesuatu yang lebih tak sempurna dari Islam? Apalagi jika kita belum mengetahui apa itu Islam. Lantas kita tergoda dengan ajaran lain yang
mengatakan surga itu “mudah” didapatkan. Allah telah memperingatkan :
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum dating kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan, dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(QS Al Baqarah [2]:214)
Barangsiapa yang mencari agama selain daripada agama Islam, maka sekali kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan diakhirat dia termasuk orang-orang yang rugi (QS Ali Imran [3]: 85)
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiranya, maka tidaklah akan diterima dari sesorang mereka emas sepenuh bumi walaupun untuk menebus dirinya, Bagi mereka Azab yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS Ali Imran [3]: 91)
Na’udzubillah!, semoga kita dikaruniai kelembutan hati oleh Allah SWT agar kita tidak dibutakan sebagaimana orang-orang kafir, dan jika apabila ada
dari kita yang berkeinginan berpaling karena kita tak mengenal Islam, memintalah kepada Allah agar kita masih dapat kembali dan bertaubat kepada-Nya
PERSAHABATAN
persahabatan adalah yang mampu membuat selalu tersenyum dalam suka maupun duka, tak pernah memandang apapun yang penting terasa nyaman bila saat bercanda gurau
Jumat, 02 Mei 2014
HADIST
Pengertian Hadits
Pengertian Hadits
Hadits
adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan
persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun
hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam
selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan
hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Ada
banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi
hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam
Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.
Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.
• Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi
• Hadits Mutawatir
• Hadits Ahad
• Hadits Shahih
• Hadits Hasan
• Hadits Dha'if
• Menurut Macam Periwayatannya
• Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)
• Hadits yang terputus sanadnya
• Hadits Mu'allaq
• Hadits Mursal
• Hadits Mudallas
• Hadits Munqathi
• Hadits Mu'dhol
• Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi
• Hadits Maudhu'
• Hadits Matruk
• Hadits Mungkar
• Hadits Mu'allal
• Hadits Mudhthorib
• Hadits Maqlub
• Hadits Munqalib
• Hadits Mudraj
• Hadits Syadz
• Beberapa pengertian dalam ilmu hadits
• Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer
Kamis, 01 Mei 2014
keutamaan shalat
Keutamaan Shalat Lima Waktu (1)
Saudaraku … banyak di antara yang mengaku muslim yang belum sadar dengan shalat. Padahal shalat lima waktu punya keutamaan yang begitu besar. Rumaysho.Com insya Allah akan menjelaskannya dari dalil-dalil yang shahih hingga beberapa point.
1- Shalat adalah sebaik-baik amalan setelah dua kalimat syahadat.
Ada hadits muttafaqun ‘alaih sebagai berikut,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ».
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85)2- Shalat lima waktu mencuci dosa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu,
مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ ». قَالَ قَالَ الْحَسَنُ وَمَا يُبْقِى ذَلِكَ مِنَ الدَّرَنِ
“Permisalan shalat yang lima waktu itu seperti sebuah suangi yang mengalir melimpah di dekat pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali.” Al Hasan berkata, “Tentu tidak tersisa kotoran sedikit pun (di badannya).” (HR. Muslim no. 668).Dua hadits di atas menerangkan tentang keutamaan shalat lima waktu di mana dari shalat tersebut bisa diraih pengampunan dosa. Namun hal itu dengan syarat, shalat tersebut dikerjakan dengan sempurna memenuhi syarat, rukun, dan aturan-aturannya. Dari shalat tersebut bisa menghapuskan dosa kecil -menurut jumhur ulama-, sedangkan dosa besar mesti dengan taubat. Lihat Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhis Sholihin karya Syaikh Musthofa Al Bugho dkk, hal. 409.
Rukun islam dan rukun iman
Lima Rukun Islam

Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:
Kamis, 24 April 2014
zaman sekarang
anak muda di zaman sekarang sudah banyak yang tidak menghiraukan hal-hal yang di perintahkan oleh allah swt, mereka hanya mementingkan hal duniawi
Langganan:
Postingan (Atom)